Ricky D Nazir Datuk Paduko Marajo

Nagari Tanjung Alam Baralek Gadang

ā€¯Bersilaturahmi Sambil Diskusi Ekonomiā€¯


Wartawan : Sukri Umar - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 11 September 2016 15:53 WIB

Temu alumni menjadi Tren almamater berbagai sekolah, mulai tingkat SLTP hingga perguruan tinggi. Baik di Rantau maupun di Ranah Minang. Semakin lanjut usia dan semakin lama berpisah biasanya tingkat keinginan bertemu atau reuni semakin tinggi pula. Jarak tak menjadi pemisah, uang terkadang tak menjadi masalah. Semangat kebersamaan biasanya bisa menyelesaikan berbagai masalah.

Alumni SMP Panyalaian yang dulunya berinduk ke SMP 2 Padangpanjang melakukan cara unik dalam temu alumni. Bertempat di Jakarta akhir pekan lalu, mereka berseragam sekolah SMP saat mengunjungi objek wisata, padahal sudah berusia 50-an. Ada yang gundah, ada yang sedikit marah tetapi sepanjang kegiatan semua berlangsung meriah.

Ulah mereka menjadi viral di medsos dan jadi perhatian media nasional, salah-satunya di Link berita http://m.liputan6.com/tv/read/2930110/segmen-7-reuni-berseragam-smp-hingga-pertunjukan-reog-di-tmii .

Ibarat penyejuk dalam temu kangen, menurut Ketua Panitia Zetrialdi Goecie, waktu 40 tahun bukan waktu yang singkat dalam perpisahan jarak dalam pertemanan. Justru itulah mereka yang tergabung dalam alumni 79 berinisiatif berjumpa di Jakarta. Dari kampung diberangkatkan ke Jakarta, yang tak punya tiket atau biaya ditalangi bersama sama.

Sempat membuat riuh di objek wisata Dufan, rombongan usia 50-an ini tak hanya menarik pengunjung lain, tetapi juga kru sebuah televisi swasta nasional yang tengah melakukan liputan wisata musim libur. Tak pelak rombongan gaek-gaek bercelana pendek ini menjadi bahan liputan. Di antara peserta ada yang kikuk, malu-malu bahkan ada yang melarikan diri. Risiko pun ditanggung sendiri, satu yang kabur harus berjuang keras meyakinkan sopir taksi kalau dia orang waras.

Tiga hari liburan bersama teman-teman seangkatan tentu memberi kebahagiaan tersendiri bagi rombongan mulai menginap di vila puncak, berseragam sekolah hingga upacara bendera dalam sorotan pengunjung yang beribu ribu orang. Tetapi keresahan dan kekesalan mereka berakhir dengan kebahagiaan yang dibalut silaturahmi.

Sebuah komitmen yang sulit didapati dalam kehidupan ini, bahwa silaturahmi alumni mereka tak hanya sekadar huru-huru saja, tetapi juga saling mendukung dalam persoalan ekonomi. Sebuah kegiatan reuni yang patut diteladani, jauh dari memperlihatkan eksistensi pribadi-pribadi, dan jauh dari saling menonjolkan diri. 

Di antara hasil kesepakatan mereka untuk saling menjaga adalah: menjamin asuransi anggota alumni beserta keluarga bagi mereka yang kurang mampu. Caranya biaya asuransi BPJS ditanggung secara bersama sama. Selain itu memberikan santunan pada anggota yang meninggal dan bermenantu.

Memberikan lapangan usaha bagi anak-anak anggota alumni yang belum bekerja, serta memberikan tim konsultan jodoh bagi anak alumni yang sudah memasuki usia pernikahan. (*)

 

Nagari Tanjung Alam Baralek Gadang.


Wartawan : Redaksi - Editor : abenk - 11 September 2016 11:03 WIB

Kenagarian Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat Baralek Gadang. Nagari nan sejuk ini akan menggelar Batagak Penghulu Datuak Paduko Marajo.

Sebelum acara baralek gadang ini, sudah didahului dengan mufakat lebih dari 30 orang pangulu di Nagari Tanjung Alam, di mana semua penghulu bersepakat dan mufakat untuk menjadikan H Ricky D Nazir sebagai Datuk Paduko Marajo.

Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyung Darul Qoror Sultan H Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Maharajo Sakti menjelaskan, gelar yang diberikan kepada Ricky Nazir adalah gelar sako yang ada secara turun temurun dalam kaum dan datuk yang digantikan bertali darah menurut garis matrilineal.

Gelar yang disandangnya adalah gelar kaumnya sendiri karena sang mamak Datuak Paduko Marajo dalam istilah adat, ka bukit lah tinggi dan lurah lah dalam. Artinya, hidup bakarilahan. Gelar tersebut diberikan mamaknya Datuak Paduko Marajo kepada anak kemenakannya karena umur sudah tua dan tidak mungkin lagi menyandang gelar adat tersebut.

Gelar datuk diberikan kepada anak kemenakan dan menurut waris sepanjang adat. “Ricky Nazir lah yang tepat menyandang gelar adat tersebut," ujar Muhammad Taufiq Thaib.

Ricky Nazir dilahirkan di Padang, 29 Desember 1970 sebagai anak ketiga dari pasangan Drs H Nazir dan Hj Yurnalis. Ricky menempuh pendidikan hingga SMA di kota Padang. Lulus dari SMA negeri 3 Padang pada tahun 1989, ia melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung.

Setamat kuliah, Ricky Nazir bekerja di beberapa bank swasta di Jakarta sampai tahun 2004.

Setelah itu banting setir membangun bisnis sendiri. Berbagai bidang usaha seperti perhotelan dan properti, perkebunan kelapa sawit, energi dan IT pernah dia jalankan.

Sebelumnya, Datuak Paduko Marajo disandang oleh tokoh masyarakat Tanjung Alam dan sangat dikenal di lingkungan Kabupaten Tanahdatar. “Sebelum saya, Datuak Paduko Marajo di Tanjung Alam adalah Ketua KAN,” ujar Ricky.

Ricky Nazir merupakan tokoh Minang yang aktif dalam berbagai kegiatan sebagai perantau di Jakarta.

Menurutnya, menjadi datuak tidak selalu harus berdomisili di kampung.

“Apalagi zaman sekarang sudah hampir semua ponakan berada di rantau, entah itu sekolah atau bekerja, maka tepatlah rasanya kalau Datuak Paduko Marajo jatuh ke Ricky,” ujar Dony Oskaria, MBA, putra Tanjung Alam yang juga anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Ricky berharap dengan amanah yang dia terima dapat menjadikan Tanjung Alam lebih berkembang lagi, dan para perantaunya bisa menjadi tauladan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampung halaman.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis menyebutkan, sosok Ricky Nazir yang sudah dianggap seperti kakak sendiri itu, selama ini sangat peduli dan bersahaja.
Apalagi ketika diajak bicara ranah Minang, Ricky sangat respons sekali.

"Beliau juga bersama-sama dengan para tokoh muda di rantau yang berkiprah di kementerian dan lembaga, akademisi dan praktisi serta rekan-rekan di Sumbar, berkontribusi dalam pendirian Minangkabau Business School and Entrepreneurship Center yang diresmikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, 2 Agustus lalu di Padang," kata ketua lembaga negara Indonesia termuda ini.


Dengan adanya kerja nyata yang menjadi bagian dari kebanggaan sebagai orang Minang atau Minang Pride itu, kata Yuliandre diharapkan lahir calon-calon generasi muda Minang yang sukses dalam segala bidang, terutama wirausaha. "Kini, dengan tagak penghulu di Tanjung Alam ini, saya kira merupakan salah satu bagian dari rasa bangga beliau terhadap kampungnya, ranah Bundo, untuk pelestarian budaya  dan diharapkan makin besar perhatiannya pada ranah Minang," tambah Yuliandre.

Prosesi pemasangan deta yang dilakukan para pengulu Tanjung Alam bersama Daulat Rajo Alam Pagaruyung hari ini, bakal hadir Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti dan Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi serta beberapa Bupati dan Walikota, Pimpinan DPRD para tokoh Minang baik dari Jakarta maupun yang berada di ranah Minang, serta masyarakat Tanjung Alam tentunya.
 (*)

Gubernur Sumatera barat  Irwan Prayitno Dt Rajo Bandaro Basa

Gubernur Sumatera barat Irwan Prayitno Dt Rajo Bandaro Basa

Aspresiasi seluruh Ninik mamak di Nagari Tanjung alam yang telah melewakan dan mengukuhkan gelar kepada Ricky D Nazir sebagai penghulu dari Suku Singkuang Caniago yang bergelar Dt Paduko Marajo, artinya dengan keberadaan beliau selama ini diperantauan tentu akan bersama sama dengan seluruh ninik mamak di Nagari ini untuk ikut  berperan aktif menggerakkan dan memajukan pembangunan, mulai dari nagari sampai ke tingkat kabupaten  dan provinsi apalagi selama ini perhatian beliau selama ini sangat besar untuk kemajuan daerah ini. Namun dengan digelarnya gelar adat dan tentu akan menjadikan bagian dari ninik mamak di nagarinya

Tugas dan fungsi ninik mamak itu,  tentu    harus  benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan  bernagari.

jika semua ninik mamak telah menjalankan tugas dan fungsinya di tengah masyarakat dan anak kemenakan, maka beban tugas pemerintah akan menjadi ringan. Gubernur mencontohkan, jika terjadi sengketa tanah   atau perseteruan lainnya,  tidak akan ssmpai ke pihak aparat penegak hukum, jika persoalan di tingkat nagari dapat diselesaikan oleh ninik mamak bersangkutan.  

Karena itu, semangat    persaudaraan, kekarabatan dan bernagari itu  agar terus ditingkatkan. seperti KAN dan LKAAM, benar-benar difungsikan, agar terpelihara sinergisitas antara pemerintah dengan ninik mamak, dalam membangun nagari di Minangkabau. (*)

Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyung Darul Qoror Sultan H. Muhammad Taufiq Thaib T

Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyung Darul Qoror Sultan H. Muhammad Taufiq Thaib T

Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyung Darul Qoror Sultan H. Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Maharajo Sakti mengakui gelar yang diberikan kepada Ricky D Nazir  adalah gelar sako yang ada secara turun temurun dalam kaum dan datuk yang digantikan bertali darah menurut garis matrileneal

Gelar yang disandang gelar kaaumnya sendiri karena mamaknya Datuk Panduko Marajo, artinya kabukit lah tinggi dan lurah lah dalam menuruik istilah adat, istilahnya Hidup bakarilahan dan gelar tersebut diberikan oleh mamaknya Datuk panduko Marajo kepada anak kemenakannya karena umurnya sudah tua tidak mungkin lagi menyandang gelar adat tersebut dan  Gelar datuk tersebut diberikan kepada anak kemenakan dan menuruik waris sepanjang adat, Ricky  D Nazir lah yang tepat menyandang gelar adat tersebut sebagai bukti gelar itu telah dikukuhkan oleh Kerapatan Adat Nagari Tanjung Alam  ujar Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyung Darul Qoror Sultan H. Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Maharajo Sakti.

Artinya dengan dilewakan gelar tersebut Ricky D Nazir secara otomatis beliau juga akan kita nobatkan sebagai Tuan Tanjung empat sebagai perangkat daulat Pagaruyung Ditanjung alam dengan wilayah  salimpaung lawang mandahiling supayang, Tabek patah, Tanjung alam barulak malimpah kabukik apik
    Karena itulah kepada beliau kita minta untuk betul  mengetahui anggota kaumnya dan kehidupan  anggota kaum dan harus mengerti sako jo pusako sako, dan bila perlu banyak  tentang adat yang berlaku di Minangkabau dan juga merasa bangga kepada beliau yang telah menjadi bagian dari ninik mamak dari Nagari Tanjung alam.

Batagak Gala Dihadiri Pejabat di Sumatera Barat

Batagak Gala Dihadiri Pejabat di Sumatera Barat

Gubernur Irwan Prayitno menghadiri “ Baralek Gadang Ba Tagak Panghulu Datuak Paduko Marajo “ suku Singkuang kelarasan Bodi Chaniago,di Jorong Gantiang Baruah, Kenagarian Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat,Sabtu (10/9/2016).

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Irdinansayah Tarmizi, Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius, Tokoh Perantau Irjen Pol. Syafrizal Akhiri, Ketua KPI pusat Yuliandre Darwis,  Paduka Alam Minangkabau Moh. Taufik Thaib, ninik mamak salingka nagari Tanjung Alam.

Gubernur Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan, “ menyandang gelar penghulu sebagai simbol karakteristik adat yang merupakan sebuah amanah jabatan kepala kaum dalam adat dan budaya Minangkabau. Jika dahulu Ricky Donals Nazir hanya sebagai mamak kepada kemenakan saja dilingkungan keluarga besar, sekarang sebagai penghulu Datuk Paduko Marajo tentunya mampu menjadi teladan bagi anak kemenakan dari  kaum suku”.

“ Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi kegiatan batagak gala ini sebagai sebuah nilai karakteristik adat dan budaya Minang yang harus dilestarikan”, harapnya.
Irwan Prayitno juga menyampaikan penghulu dari dahulunya menjadi suri tauladan bagi lingkungan disebuah nagari, dimana semua kemanakan belajar dan meminta petunjuk ninik mamak dalam berbagai hal menjalani kehidupan.

“ Maka seharus setiap penghulu dihargai oleh kemenakan, agar dapat menjalan fungsi dengan baik membimbing para kemenakannya. Sebenarnya jika ini dapat berjalan dengan baik, inilah kunci sukses masyarakat minang dalam mendidik karakter adat dan budaya “, ungkap Irwan .
Bupati Irdinansyah Tarmizi juga menyampaikan, “ pemkab Tanah Datar amat mengapresiasi kegiatan alek batagak gala ini sebagai simbol adat dan budaya yang harus dilestarikan. Saat ini begitu banyak gelar adat penghulu yang talipek, terbenam karena ketidak mampuan masyarakat kaum menyelenggarakan alek batagak gala ini”.

“ Kedepan ini memang harus menjadi pemikiran, bagaimana peran ninik mamak penghulu dalam kaum dapat berperan lebih baik lagi, sehingga persoalan yang terjadi ditengah –tengah masyarakat dapat terselesaikan secara adat dan budaya itu sendiri.  Sesungguhnya ini akan mengurangi beban pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam mewujudkan kesejahteraan hidup masyarakat, karena untuk mewujudkan pelaksanaan pembangunan yang baik, butuh dukungan dan kreatifitas masyarakat dalam menghadapi persoalan ada ditengah-tengah masyarakat tersebut”, sebut Irdinansyah.

Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan perhatian dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Tanah Datar. Dan tahun ini hingga tahun 2017, pembangunan pelebaran jalan Baso- Tanjung Alam  dan Barulak- Batusangkar akan dilaksanakan.

“ Karena itu kami meminta masyarakat ikut mendukung, jika ada tanah yang terpakai dalam pembangunan agar lepas dengan baik, karena ini semua untuk kemajuan pembangunan di Tanah datar”, himbaunya.(*)

© 2014 Padek.co