Kaum Suko Koto Sumani, Kabupaten Solok Baganti Panghulu

Danwismai St. M SPDA. Dt Bagindo Nan Kuniang Panghulu Baru

Danwismai St. M SPDA. Dt Bagindo Nan Kuniang Panghulu Kaum Suku Koto Sumani


Wartawan : Tandri Eka Putra - Editor : abenk - 06 March 2017 11:01 WIB

Sesuai dengan adat di Nagari Sumani, Kabupaten Solok, Sumatera Barat seiring dengan
meninggalnya panghulu kaum suku Koto di daerah tersebut maka dilakukan proses pergantian
panghulu yang baru. Uniknya rapat adat untuk proses pergantian disamping jenazah panghulu
atau dengan istilah "Tanah Sirah".

Panghulu atau penghulu atau datuk merupakan merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah kaum
suku (kelompok suku) adat Minangkabau. Pergantian panghulu dalam kaum suku, dilakukan karena
tiga hal. Pertama ketika seorang penghulu, menyerahkan gelarnya disebut dengan "Hiduik
bakarelaan", kedua gelar panghulu diberikan karena sebelumnya gelar penghulu ini sudah lama
tidak ada yang menjabat, disebut dengan "mambangkik batang terandam". Ketiga ketika penghulu
meninggal dunia, gelarnya diberikan kepada kaum sukunya berdasarkan rapat adat, prosesnya
disebut "tanah sirah". Hal itu yang sekarang dilakukan kaum suku Koto Nagari Sumani.

Penghulu kaum suku Koto, Kenagarian Sumani. H. Azwar Dt Bagindo Nan Kuniang, meninggal dunia
pada hari Minggu pagi, 26 Februari 2017. Jenazah usai disemayamkan sementara dikediamannya
(rumah anak istri), di daerah Talawi, Kota Sawalunto. Selanjutnya setelah beberapa jam,
dibawa ke rumah duka di daerah asal (rumah orang tua beliau-red), Jorong Koto, Nagari Sumani.


Tokoh adat, penghulu Gadang Sakamban, kaum suku Koto nagari Sumani melakukan proses rapat
adat di rumah duka, penghulu yang meninggal dunia. Hal itu dimaksudkan untuk menghormati
panghulu yang lama sebab gelarnya diserahterimakan ke yang baru. Saat itu dicapai kata
sepakat, untuk mengangkat Danwismai St. M SPDA. Dt Bagindo Nan Kuniang menjabat sebagai
panghulu suku kaum koto, nagari Sumani, yang juga keponakan almarhum.

Setelah dicapai  maka dilakukan pemakaian baju kebesaran datuk kepada panghulu yang  baru di
depan semua orang yang hadir. Pembacaan sumpah dilakukan oleh ketua KAN Sumani dan diikuti
panghulu baru. Setelah pembacaan, maka naskah sumpah ditandatangani ketua KAN dan panghulu
yang baru.


Kemudian setelah selesai pengambilan sumpah, panghulu diarak dari rumah menuju Balai Adat
Nagari Sumani untuk pengukuhan. Seiring dengan hal itu, jenazah panghulu yang lama dimandikan
sesuai syariat agama Islam.

Dalam ruangan Balai adat, ninik mamak suku dan manti adat menyepakati, panghulu yang baru
Danwismai sudah menjadi anggota KAN Sumani. Sebagai anggota KAN, panghulu yang baru sudah
mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan anggota KAN lainnya.

Dalam bahasa Minang hal tersebut disebutkan sebagai berikut, "Kok duduak samo randah, kok
tagak la samo  tinggi". (Kalau duduk sama rendah, kalau berdiri sudah sama tinggi -red).
"Dalam artian apapun kegiatan KAN harus dibao sakailia sakamudiak dan korong bakampuang di
Nagari Sumani. Hal apapun yang ada di KAN dibawo baiyo" (Hal ini berarti dalam kegiatan KAN
akan diikutkan seluruh dari hulu ke hilir dan seluruh korong di nagari Sumani diajak
bermusyawarah). "Kok nyo samo gadang buliah dipanggia Datuak atau panghulu, kok nyo tuo pado
awak dipanggia Angku,". (Dalam penyebutan keseharian, panghulu yang baru dipanggil datuak
atau panghulu, kalau panghulu yang baru lebih tua maka dipanggil dengan Angku). Setelah
pengukuhan baru di balai adat, dilaksanakan tradisi "Pacah uang Adat".

"KAN Sumani berharap dengan adanya panghulu yang baru keanggotaan KAN Sumani bertambah kuat
dan bersatu. Adat istiadat, kesenian budaya seperti pencak silat tetap terjaga dan
terpelihara terutama di kaum suku Koto nagari Sumani,"jelas Jasril Pusra, Sekretaris
Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sumani, kepada Padang Ekspres

Hadir dalam proses pengangkatan panghulu waktu itu pengurus ketua KAN, H. Syofyan Basid, SH.
Dt Rajo Nan Gadang, suku Koto baru. Sekretaris, Jasril Pusra suku Balai Mansiang.

Hadir juga beberapa panghulu di kenagarian Sumani, yaitu ;  Musni Manti Bagindo Sati suku Melayu, Dasril Dt. Bagindo Malano suku Bandaliko, Nofri Dt Panduko Marajo suku Pinyalai Balai Mansiang, Dr. Asyari Datuk Panduko Sulaiman suku Pinyalai Balai Mansiang, Azwar Akib, Dt. Tandi suku Melayu, Koto baru, Sabri, Nofri, Dt Pdk Marajo suku Pinyalai Balai Mansiang
, Dt Rajo mangkuto suku Sumagek
, Syaripuddin Pandito Rajo suku Melayu Koto Baru, Yusri Herizal SP Pandito Rajo suku Balai Mansiang  dan Zulhendra Manti Panduko Kayo suku Sumagek.

Turut hadir panghulu gadang sakamban kaum suku koto yaitu, Zulkifli Anwar Datuk Tumanggung suku Koto, H. Dalimi Datuak Putiah suku Koto Sikumbang,  Hendri, SE Dt Sutan Majolelo Koto Sikumbang dan hadir pula panghulu kaum suku koto diluar nagari Sumani, seperti nagari Saniang Baka dan Singkarak.


Setelah pengukuhan panghulu yang baru di balai adat, baru dilaksanakan proses pemakaman. Setelah seminggu kemudian, maka panghulu yang baru memperkenalkan diri di Pasa Sumani Hari Balai, pada hari minggu untuk memperkenalkan diri ke masyarakat atau
dinamakan dengan "malewakan gala panghulu".

 

Sumpah Pelantikan Panghulu

Sumpah Pelantikan Panghulu

Isi sumpah intinya.
Diateh ndk bapucuak.
Dibawah ndk baurek.
Ditangh digiriak kumbang

Ucapan Duka KAN Sumani

Innalillahi wainnailahi rojiunn
 
 
Telah berpulang keramahtullah 
H.AZWAR DT.BAGINDO NAN KUNIANG
 
Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan segala dosa yg pernah diperbuat diampuni 
yang maha kuasa.
Keluarga yang ditinggalkan tetap sabar tabah menghadapi cobaan ini Aamiin.
 
Ttd
KAN SUMANI

© 2014 Padek.co